PIALA AFF

AFF
Federasi Sepak Bola ASEAN atau yg biasa disebut ASEAN Football Federation (AFF) adalah bagian dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang terdiri dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara.AFF didirikan pada tahun 1984 oleh Thailand, Filipina, Brunei, Singapura, Malaysia, Indonesia,Vietnam, Kamboja, Laos dan Myanmar. Pada tahun 1996, AFF menyelenggarakan Kejuaraan Sepak Bola ASEAN pertama (waktu itu bernama "Piala Tiger") dan sejak saat itu terus diselenggarakan secara rutin. Saat ini, AFF masih terus berkembang dengan bergabungnya Timor Leste pada tahun 2004 dan Australia, menjadi undangan setelah bergabung dengan AFC pada tanggal 1 Januari 2006. Pada 7 Agustus 2008, AFF resmi mengumumkan Suzuki sebagai sponsor utama Kejuaraan Sepak Bola ASEAN. Pada 27 Agustus 2013, Australia secara resmi menjadi anggota penuh federasi.  

Timnas Indonesia

Tim nasional sepak bola Indonesia adalah tim yang mewakili Indonesia di sepak bola internasional. Tim ini dikontrol oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia dan merupakan anggota dari Konfederasi Sepak Bola Asia. Sebelum kemerdekaan pada 1945, tim ini menggunakan nama tim nasional sepak bola Hindia Belanda. Dengan nama itulah, tim ini bermain di Piala Dunia FIFA 1938 di Perancis, dimana mereka kalah dari Hongaria di babak pertama dan tak pernah lagi lolos setelahnya.

Sejarah

Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepak bola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) pada tahun 1936 milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) milik seseorang yang berketurunan Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia milik bumiputra. Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) sebuah organisasi sepak bola orang-orang Belanda di Hindia Belanda menaruh hormat kepada PSSI lantaran SIVB yang memakai bintang-bintang dari NIVB kalah dengan skor 2-1 melawan VIJ.
NIVU yang semula memandang sebelah mata PSSI akhirnya mengajak bekerjasama. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement pada 15 Januari 1937. Pascapersetujuan perjanjian ini, berarti secara de facto dan de jure Belanda mengakui PSSI. Perjanjian itu juga menegaskan bahwa PSSI dan NIVU menjadi pucuk organisasi sepak bola di Hindia Belanda. Salah satu butir di dalam perjanjian itu juga berisi soal tim untuk dikirim ke Piala Dunia, dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia (semacam seleksi tim). Tapi NIVU melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya. NIVU melakukan hal tersebut karena tak mau kehilangan muka, sebab PSSI pada masa itu memiliki tim yang kuat. Dalam pertandingan internasional, PSSI membuktikannya. Pada 7 Agustus 1937 tim yang beranggotakan, di antaranya Maladi, Djawad, Moestaram, Sardjan, berhasil menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa dari Cina di Gelanggang Union, Semarang. Padahal Nan Hwa pernah menyikat kesebelasan Belanda dengan skor 4-0. Dari sini kedigdayaan tim PSSI mulai kesohor.
Atas tindakan sepihak dari NIVU ini, Soeratin Sosrosoegondo, ketua PSSI yang juga aktivis gerakan nasionalisme Indonesia,sangat geram. Ia menolak memakai nama NIVU. Alasannnya, kalau NIVU diberikan hak, maka komposisi materi pemain akan dipenuhi orang-orang Belanda. Tapi FIFA mengakui NIVU sebagai perwakilan dari Hindia Belanda. Akhirnya PSSI membatalkan secara sepihak perjanjian Gentlemen’s Agreement saat Kongres di Solo pada 1938.
Maka sejarah mencatat mereka yang berangkat ke Piala Dunia Perancis 1938 mayoritas orang Belanda. Mereka yang terpilih untuk berlaga di Perancis, yaitu Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermadji, Anwar Sutan, dan Achmad Nawir (kapten). Mereka diasuh oleh pelatih sekaligus ketua NIVU, Johannes Mastenbroek. Mo Heng, Nawir, Soedarmadji adalah pemain-pemain pribumi yang berhasil memperkuat kesebelasan Hindia Belanda, tetapi bertanding di bawah bendera kerajaan Nederland.

 

10 Fakta Menarik Timnas Indonesia di Kancah Piala AFF 

1. Sejak ikut serta pada 1996, Indonesia belum pernah satu kali pun absen di Piala AFF.

2. Indonesia belum pernah meraih gelar juara Piala AFF. Prestasi terbaik Timnas yaitu menjadi runner-up dalam 4 edisi (2000, 2002, 2004, dan 2010).

3. Pemain Indonesia 4 kali berhasil menduduki puncak klasemen topscorer Piala AFF, lebih banyak dari negara mana pun. Gendut Doni Christiawan (5 gol/2000), Bambang Pamungkas (8 gol/2002), Ilham Jaya Kesuma (7 gol/2004), dan Budi Sudarsono (4 gol/2008).

4. Kurniawan Dwi Julianto (13 gol) dan Bambang Pamungkas (12) berhasil menduduki peringkat 4 dan 5 topscorer sepanjang masa Piala AFF.

5.  Indonesia baru gagal lolos ke semifinal dua kali, yaitu pada 2007 dan 2012, sepanjang sejarah Piala AFF.

6. Secara keseluruhan, Indonesia berhasil menang 24 kali, imbang 10 kali, dan kalah 12 kali dalam 47 pertandingan.

7. Thailand sampai saat ini menjadi tim yang paling sering mengalahkan Indonesia di Piala AFF (5 kali), diikuti oleh Malaysia dan Singapura (3 kali).

8. Sampai Piala AFF edisi ke-9, Indonesia sudah berhasil mencetak 96 gol dan kebobolan 53 kali.

9. Tercatat ada dua pemain yang pernah mencetak 4 gol dalam satu laga untuk Indonesia di Piala AFF, yaitu Bambang Pamungkas dan Zaenal Arif, saat Indonesia membantai Filipina 13-1 pada 2002.

10. Dalam tim saat ini, Cristian Gonzales tercatat sebagai pemain dengan koleksi gol terbanyak di Timnas (11 gol). Diikuti oleh Boaz Solossa dan Muhammad Ridwan (4 gol), lalu Raphael Maitimo (3 gol), dan Firman Utina (2 gol). 

 

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Federasi_Sepak_Bola_ASEAN

http://id.wikipedia.org/wiki/Tim_nasional_sepak_bola_Indonesia

http://m.bola.viva.co.id/news/read/560820-10-fakta-menarik-timnas-indonesia-di-kancah-piala-aff

Tidak ada komentar:

Posting Komentar